Buku Citarum Harum 2024: Citarum Harum Menjaga Sungai Menyelamatkan Kehidupan

Buku ini dimulai dengan cerita tentang Sungai Citarum, menjelajahi sejarahnya, geografi, demografi, dan perannya dalam mendukung komunitas sejak zaman kuno. Bab-bab selanjutnya membahas dukungan institusional, kolaborasi multi-sektoral melalui konsep Pentahelix, kebijakan, strategi, dan faktor-faktor keberhasilan program Citarum Harum.

Program ini menangani polusi dan degradasi lingkungan yang telah mempengaruhi kesehatan, ekonomi, masyarakat, ekosistem, dan sumber daya lingkungan, mengancam tujuan perlindungan dan pengelolaan lingkungan. Merawat Sungai Citarum berarti merawat laut dan menyelamatkan nyawa. Buku ini berfungsi sebagai catatan sejarah dan warisan bagi generasi mendatang, menunjukkan bahwa masalah lingkungan yang kompleks dapat diselesaikan.

Buku yang diluncurkan di World Water Forum 10 Bali pada 20 Mei 2024 sudah bisa diunduh dalam dua bahasa.

Buku versi Bahasa Indonesia
Buku Bahasa Inggris

Citarum: Ep2: Once Upon A River

ChannelNewsAsia 01 Februari 2021

Sebuah video arsip yang menggambarkan kondisi Citarum terkini dari berbagai sudut pandang. Senang sekali menyaksikan semakin banyak yang peduli terhadap sungai dan lingkungan. Citarum memang belum harum, limbah masih mencemari, sampah masih berserakan, banjir masih mengintai namun melalui arsip video yang apik ini kita bisa menyaksikan upaya dari warga yang mencintai sungainya, mencintai bangsanya.

Arsip video: https://www.mewatch.sg/watch/Once-Upon-A-River-E2-Saving-Indonesias-Citarum-196844

Video On Demand: https://www.channelnewsasia.com/news/video-on-demand/once-upon-a-river/saving-indonesia-s-citarum-14094462

Tagged
Kampung Naga, Rahmat Leuweung, Budhi Gunawan, Sunardi Sudianto, UNPAD, Titi Bachtiar, Fei Febri, Bank Sampah Bersinar, Asep Kusumah, DLH Kabupaten Bandung, KRCB, Deni Riswandani, Elingan, Badega Lingkungan, Cikijing, Ridwan Kamil, Alex Santosa, Apindo, Dansektor, Didik Suswandi, Sugisoro, Citarum Harum, Afran Arlanda, Jejak.in, Irma Hutabarat, Vetiver, Muara Gembong, Darman, Pantai Mekar Ekowisata Mangrove

Kepgub 81 2020 SATGAS DAS CILAMAYA

Keputusan Gubernur No. 614/Kep.81-DLH/2020 ini membentuk Satuan Tugas Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Cilamaya. Satgas memiliki tugas utama menata serta melakukan pencegahan dan penindakan hukum terhadap pencemaran dan kerusakan DAS Cilamaya. Dokumen di arsip disini sebagai referensi terhadap kebijakan pengelolaan DAS.