Tag Archives: pertanian

Citarik Hulu: Case Study: Cigumentong

Unduh file KMZ untuk Cigumentong Case

1. SITUASI UMUM

Terdapat lahan ENCLAVE Kp. Cigumentong (±30 hektar) dan populasi sekitar 18 KK. Kampung berbatasan langsung dengan kawasan konservasi TB Masigit Kareumbi.

2. PERTANIAN

Komoditi sayuran tumpang sari cabe, tomat dan kol. Pola guludan memotong kontur sehingga mempercepat erosi permukaan. Petani menanam sayuran sampai di pinggir sungai sehingga beberapa titik mengalami erosi/longsor.

3. TENURIAL

Berdasarkan delineasi yang dilakukan diatas citra Google Earth Maret 2018, didapatkan land use sebagai berikut:

Land Use Cigumentong
No Penggunaan Luas Satuan
1 Pertanian sayuran 17,6 hektare
2 Pemukiman 0,75 hektare
3 Hutan tanaman 9,35 hektare
TOTAL 27,7 hektare
  • Pemilik lahan belum semuanya teridentifikasi

4. POTENSI TEKANAN/ POLUTAN

a. Redisu Pestisida, Residu pupuk kimia, sedimentasi, sampah domestik (plastik) dan warga tidak menggunakan septic tank (menggunakan kolam)5. POTENSI KONSERVASI

a. Tutupan sekitar area masih cukup baik
b. Terdapat upaya penghijauan lahan di sebelah utara, dan pohonnya sudah mulai besar (pohon kayu Maesopsis eminii)
c. Terdapat upaya konservasi dengan pola Wali Pohon di sekitar batas kawasan-kampung.

6. USULAN PENANGANAN

a. Identifikasi tenurial -> tata guna lahan -> skema agroforestri
b. Sosialisasi tentang konservasi tanah -> identifikasi pengguna -> demplot pertanian ramah lingkungan -> Penggunaan kompos dan minimalisasi pestisida kimia
c. Develop sabuk hijau di pinggir bantaran sungai
d. Develop manajamen sampah (plastik) skala kecil
e. Pengukuran tingkat pencemaran limbah domestik (eq: fecal coliform) di kolam ikan milik warga dan identifikasi lebih lanjut apakah sudah mencemari sungai
f. Revitalisasi rawa/ranca Cigumentong sebagai retensi: identifikasi tenurial -> desain revitalisasi

rawa cigumentong 03-2018

Ranca Cigumentong (±3000 m2)

CATATAN UNTUK PESTISIDA SINTETIK

Pestisida terutama jenis sintetik dapat memberikan pengaruh terhadap lingkungan (Lumowa& Nurbayah, 2017). Penggunaan pestisida sintetik dapat meninggalkan residu yang berbahaya pada tanaman maupun lingkungan, dan tidak mudah terurai di alam (Direktorat Bina Perlindungan Tanaman Sri Purwati Pendidikan Biologi FKIP UNMUL 154 Perkebunan, 1994). Dampak penggunaan pestisida sintetik dapat berbahaya bagi kelangsungan hidup tumbuhan, biota akuatik, burung, kesehatan manusia (Hernayanti, 2015) dan menyebabkan resistensi terhadap serangga (Wang, et al., 2015).