Category Archives: fokus

Pendataan Sungai Ci Tarik Hulu

logo kembara citarikPada bulan Mei – Agustus tahun 2018, tim anggota muda Wanadri melaksanakan rangkaian kegiatan dalam rangka ekspedisi pendataan yang bertajuk Kembara Citarik. Kegitan ini bertujuan untuk 1) melakukan identifikasi kualitas dan kondisi baku mutu di Sungai Citarik serta 2) mendapatkan gambaran mengenai kondisi sosial, ekonomi, budaya dan kelembagaan (SOSEKBUDLEM) yang ada di masyarakat sekitar sungai Ci Tarik, khususnya pada segmen hulu.

Identifikasi kualitas dan baku mutu air sungai dilakukan selama 3 hari. Kegiatan ini bekerja sama dengan Kementerian LHK, Ditjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan berupa workshop pengambilan sampel air. Dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung untuk analisis laboratorium. Stasiun pengambilan sampel air dibagi menjadi 14 stasiun dimulai dari hulu hingga hilir Sungai Ci Tarik di paseh.

Hasil pengamatan dan analisis laboratorium secara umum menunjukan bahwa sebanyak 9 stasiun masuk kategori cemar sedang dan 5 stasiun lainnya cemar buruk. Salah satu faktor penyebab tercemarnya seluruh stasiun ini adalah dari sisi biologi yaitu Total Coliform. Total Coliform merupakan total bakteri yang ditemukan di dalam tanah, di dalam air yang dipengaruhi air permukaan dan pada kotoran manusia atau hewan. Jumlah Total Coliform memberikan indikasi umum kondisi sanitasi dari suatu badan perairan. Untuk stasiun yang berada diwilayah hilir (sekitar Rancaekek dan Sapan) kondisi perairannya diduga dipengaruhi oleh kegiatan industri, hal tersebut dilihat dari beberapa parameter seperti BOD dan COD yang cukup tinggi.

Dari kegiatan pendataan sosekbodlem, secara umum dapat disimpulkan bahwa sungai belum menjadi kebutuhan utama dan dirasa tidak memiliki kontribusi yang signifikan terhadap ekonomi bagi masyarakat di sekitar Sungai Citarik. Hal ini disampaikan langsung oleh sebagian masayarakat serta terlihat dalam kehidupan keseharian mereka yang masih membuang sampah dan mengalirkan limbah rumah tangga ke sungai.

Dari hasil kegiatan tersebut, hal utama yang harus dilakukan adalah peningkatan kesadaran terhadap masyarakat mengenai pentingnya sungai dengan cara membuat sungai bermanfaat (khususnya secara ekonomi) secara langsung bagi masyarakat. Percepatan perbaikan kondisi Sungai Citarum juga ditentukan oleh kondisi Sub DAS dari Sungai Citarum dan kesadaran seluruh masyarakat. Sekecil apapun usaha yang kita lakukan, dapat berkontribusi untuk menjadikan “Citarum Harum”.

Dokumen:

2018 Kembara Citarik – Laporan Pendataan SOSEKBUDLEM

Peta dan Daftar Kontak Persemaian Permanen Seluruh Indonesia

BPDAS peta persemaian permanen

Sumber: Ditjen PDASHL KLHK

Akan lebih sempurna apabila ada website khusus yang dapat diakses untuk mengetahui ketersediaan jenis bibit apa saja dan jumlahnya yang diupdate secara rutin. Sehingga masyarakat bisa merencanakan mau nanam bibit apa sesuai ketersediaan di persemaian permanen (PP) terdekat.

Mau lebih sempurna lagi, koneksikan juga para petani penangkar bibit pohon, yang sebagiannya pernah dibina melalui program KBR (masih ingat?). Beri mereka akses terhadap aplikasi yang dapat dipasang di ponsel cerdas untuk mendata jenis dan jumlah. Info ini bisa dikompilasi di website khusus KLHK. Saya hampir yakin jumlah bibit yang ditangkarkan oleh petani bisa menyamai bahkan melebihi jumlah yang ditangkarkan oleh APBN. Dengan sebaran geografis yang lebih luas.

Btw, para petani penangkar bibit cukup resah dengan kehadiran PP lho. Petani mengandalkan hidup dari penjualan bibit. Alangkah indahnya apabila hasil keringat para petani sebagian (atau seluruhnya) dapat dibeli oleh negara, untuk kemudian dibagikan dan ditanam warga sekitar persemaian tersebut. Dengan demikian ketersediaan bibit dapat terjangkau sampai jauh, produk petani penangkar ada yang beli, mereka menangkar secara berkelanjutan dan Indonesia semakin hijau.

Sebagai contoh, Persemaian permanen Cimanggis, dari hasil berkontak pada 06/09/2019 memiliki bibit:

  1. Akasia
  2. Sengon
  3. Trembesi
  4. Jati putih
  5. Kenari
  6. Ketapang kencana
  7. Jambu
  8. Sirsak

Beberapa hari kemudian, karena postingan di medsos semakin viral, ada informasi dari beberapa kawan bahwa ketersediaan bibit buah sudah semakin sedikit. Meski infonya perlu di cek  kembali dan sangat dinamis, terbayang repotnya admin setiap PP kalau harus merespons semua chat/telepon hanya untuk menanyakan jenis bibit dan jumlahnya. Sedangkan masa tanam masih 2 bulan lagi.. Tapi ya biarlah itu sudah menjadi tugas mereka, jasamu abadi wahai para admin PP 🙂

Tapi apapun, inisiatif ini tentu perlu di dukung agar berkelanjutan dan terus berinovasi.

Ayo semai dan tanam tanam tanam! Ingat khususnya tanaman hutan, hanya tanam pada musimnya, dan jangan lupa dipelihara. Lebih baik tanam 1 tapi tumbuh, daripada tanam 1000 tapi mati semua 🙂

Update: Rencana Aksi Pengendalian dan Kerusakan DAS Citarum 2019 – 2025

jumlah program matriks PPK Citarum

Jumlah Program Per Pokja Citarum, sumber: Matriks Renaksi PPK Citarum 2019 – 2025

Update:

  1. Pergub Renakasi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum 2019-2025
  2. Ringkasan Eksekutif Renaksi PPK DAS CItarum 9 juli2019
  3. Rencana Aksi PPK DAS Citarum (110619)_rev3_
  4. Matriks Rencana Aksi PPK DAS Citarum (11062019)